Tatym3's Blog

Just another WordPress.com site

FAKTA HEBOH ASLI!! PERIStiWA WTC 11 SEPTEMBER LALU TERNYATA REKAYASA AMERIKA SERIKAT, LIHAT BUKTINYA DI UANG DOLLAR A.S

pada April 8, 2012

FAKTA HEBOH ASLI!! PERIStiWA WTC 11 SEPTEMBER LALU TERNYATA REKAYASA AMERIKA SERIKAT, LIHAT BUKTINYA DI UANG DOLLAR A.S

Oh.. yah teman-teman semua tau gak kenapa uang dolar ga pernah berubah semenjak 450 tahun ?
Mau tau rahasia yang sangat penuh misteri ini?

Mari kita bongkar satu demi satu rahasia tersembunyi dibalik uang dolar amerika yang tidak pernah berubah sejak 450 tahun yang lalu.

RAHASIA MATA UANG dOLAR AMERIKA
Pada postingan kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang konspirasi (atau lebih tepatnya pesan terselubung) yang terdapat pada mata uang Amerika Serikat. data ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan dengan fakta kenyataan yang terjadi di dunia ini.

Sekarang kita kembali ke tragedi 911 (September 11) dimana gedung kembar WTC di New York runtuh ditabrak oleh dua buah pesawat, dan markas pertahanan keamanan militer Amerika, Pentagon juga rusak ditabrak pesawat. Tapi benarkah begitu? Begitu mudahnya bangunan-bangunan kokoh berkonstruksi baja itu dapat tumbang? Memang ada perhitungan teori fisika yang membuat hal itu mustahil terjadi. Tapi saya tidak akan menjelaskan hal itu saat ini.

Sekarang kita bahas saja hal yang lebih tidak masuk akal daripada itu. Amerika Serikat berdiri kurang lebih 450 tahun yang lalu. dimana saat itu ditetapkannya pula mata uang Amerika Serikat yang berwarna hijau itu. dan sejak 450 tahun yang lalu pula mata uang Amerika tidak pernah direvisi.

Sekarang coba kita telaah mata uang yang sejak 450 tahun yang lalu itu belum berubah bentuknya.

Dimulai dari uang 20 dolar.


Ini uang 20 dolar Amerika.
Sekarang kita coba lipat. (Ingat bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)

(Kalau ada yang membawa uang 20 dolar Amerika, boleh dicoba.)Sekarang kita coba lipat lagi. (Sekali lagi saya ingatkan bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu.)

Sekarang kita lipat lagi seperti ini. (Kita bukan sedang belajar membuat origami ya! hehe.. )
Kalau sudah…sekarang lipat lagi seperti dibawah ini, dan lihat hasilnya..maksudnya lihat gambar yang dilingkari ini.Nah loh! Apakah itu??

Itu adalah gambar Pentagon setelah ditabrak pesawat. Lihat gambar gedung yang berasap itu!Kalau masih belum percaya, akan saya perjelas lagi.

Nah! Sama kan??
Untuk kali ini terbukti bahwa uang 20 dolar Amerika menyimpan rahasia tentang konspirasi
penghancuran Pentagon. (oleh siapa? Mata uang ini kan punya Amerika sendiri??)
(Sekali lagi saya ingatkan bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)

Cukup untuk pesan terselubung Pentagonnya. Sekarang kita ke New York dengan 20 dolar yang
setengah kusut ini, untuk melihat ada apa di sana.
Masih di 20 dolar Amerika yang belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu.
Sekarang kita pakai sisi lain dari uang 20 dolar ini.
Langsung saja lipat seperti gambar di bawah ya! (Ikuti instruksi!)

Langsung saja kita lihat hasil karya lipatan kita…Nah loh! Kok begini???

Sepertinya saya kenal gedung itu!
Ya, benar sekali…itu adalah gedung kembar WTC New York yang sekarang tinggal kenangan itu.
Masih belum percaya?? Lihat ini!

(Ingat bahwa mata uang ini belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu)
Bagian sebelah kiri ditabrak oleh Flight 175 dari United Airlines yang meluncur dari sebelah kanan
gedung. Sementara bagian sebelah kanan ditabrak oleh Flight 11 yang dimiliki American Airlines
yang meluncur dari sebelah kiri. Lihat tulisan di kanan dan di kiri uang, yang lengkapnya adalah
The United State of America. (Lho? Memangnya 450 tahun yang lalu kedua perusahaan
penerbangan itu sudah ada? Jawabannya, tentu saja belum. Bahkan ke 2 gedung itu -pentagon
dan WTC- bahkan belum dibangun.)
Sekarang kita bahas bagian yang paling aneh dari 20 dolar kita ini.
Lihat baik-baik gambar ini!

Nah loh! Sudahkan 450 tahun yang lalu OSAMA BIN LADEN lahir??
(Jangankan OSAMA, Buyutnya Kakek Buyutnya saja belum lahir.)
Untuk rahasia dibalik 20 dolar ini, bisa ditemukannya dari kode :
911 (September 11) >> 9 + 11 = 20
Jadinya 20 dolar!
Cukup untuk 20 dolar, karena sudah kusut kita lipat-lipat sekarang kita tukarkan uangnya dengan
sebuah 5 dolar dan sebuah 10 dolar. Lihat ini!


Dalam 5 dolar Amerika yang belum pernah dirubah sejak 450 tahun yang lalu juga terdapat
rahasia penghancuran WTC New York.
Sekarang kita lihat uang 10 dolar kita!

Gedung pertama WTC yang sudah berasap.
Belum puas?? Lagi??
Sekarang kita pinjam uang 50 dolar dari tetangga saya.

Ini WTC saat bangunannya runtuh.
Mau lagi?? Kita pinjam lagi 100 dolar sama tetangga saya yang tadi.

Lho?? Apa ini??
Ini asap gambar asap dari WTC yang telah runtuh.
Detail sekali mereka membuat pesan terselubung ini!
Sampai-sampai gambar asapnya saja tidak lupa dibuat.
Sudah cukup melipat-lipatnya, kalau terlalu kusut nilai dolar yang kita punya jatuh.
Tahukah kamu siapa yang membuat pesan terselubung ini???
Jawabannya ada di uang 1 dolar! (Lagi-lagi uang!)
Lihat ini!!

Coba lihat 2 lambang yang ada di dalam 2 lingkaran itu!!

Nah loh!!! Ini lambang ILLUMINATI, yaitu organisasi super rahasia milik YAHUDI.
Lihat lambang MATA HORUS dan TULISAN “NOVUS ORDO SECLOHUM” yang artinya “NEW
WORLD ORDER” atau “TATA dUNIA BARU”

Minggu, 07 Maret 2010 18:37
Bush, ayah dari mantan presiden George W. Bush, dituduh terlibat dalam aksi terorisme, mafia, dan penjualan obat bius, baik selama menjabat sebagai sebagai pimpinan CIA (1976-1977) maupun ketika menjabat sebagai Wakil Presiden (1980-1988) hingga ketika menjadi Presiden (1989-1992). Selain terbukti terlibat dalam pembunuhan Presiden Kennedy, dia juga dituduh telah melanggar konvensi Jenewa ketika sedang bertugas sebagai pilot pesawat AS selama masa perang. dia dituduh menyerang nelayan yang sedang berada dalam sekoci penyelamat pada saat perang dunia II. Orang terakhir yang menyatakan tuduhan ini adalah mantan diktator Panama dan antek CIA, Jenderal Manuel Noriega, yang pada saat ini sedang menjalani hukuman 40 tahun penjara di Amerika Serikat. Bush, ayah dari mantan presiden George W. Bush, dituduh terlibat dalam aksi terorisme, mafia, dan penjualan obat bius, baik selama menjabat sebagai sebagai pimpinan CIA (1976-1977) maupun ketika menjabat sebagai Wakil Presiden (1980-1988) hingga ketika menjadi Presiden (1989-1992). Selain terbukti terlibat dalam pembunuhan Presiden Kennedy, dia juga dituduh telah melanggar konvensi Jenewa ketika sedang bertugas sebagai pilot pesawat AS selama masa perang. dia dituduh menyerang nelayan yang sedang berada dalam sekoci penyelamat pada saat perang dunia II. Orang terakhir yang menyatakan tuduhan ini adalah mantan diktator Panama dan antek CIA, Jenderal Manuel Noriega, yang pada saat ini sedang menjalani hukuman 40 tahun penjara di Amerika Serikat.

Teheran (Berita SuaraMedia) – Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad, Sabtu, menyebut serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat sebagai kebohongan besar, demikian laporan media resmi Iran di Teheran.

Ahmadinejad pada beberapa kesempatan telah mempertanyakan versi resmi bahwa “serangan teror” terhadap New York dan Washington dilancarkan oleh gerilyawan Al-Qaida sehingga menewaskan hampir 3.000 orang.

“Tanggal 11 September adalah kebohongan besar yang melicinkan jalan bagi serbuan ke Afghanistan dengan dalih memerangi terorisme,” kata Ahmadinejad seperti dikutip oleh media elektronik resmi Iran.

Ahmadinejad juga menggambarkan serangan udara terhadap menara kembar Pusat Perdagangan Dunia (WTC) sebagai satu skenario dan tindakan rumit dinas intelijen.

Pernyataannya disampaikan saat Iran terlibat sengketa dengan negara besar dunia yang dipimpin oleh Amerika Serikat sehubungan dengan program nuklir kontroversial Teheran, dan menghadapi risiko sanksi lebih besar atas pembangkangannya.

Pada Januari, Presiden garis keras itu mencap serangan 11 September sebagai urusan yang mencurigakan sama dengan Holocaust oleh Nazi Jerman, yang ia tolak sebagai mitos tak lama setelah ia memangku jabatan pada 2005, sehingga menyulut pengutukan luas.

Memperkuat pemikiran tersebut, Mike O Cathail dari Salem News menuliskan, “Satu hari setelah 9/11, Benjamin Netanyahu tidak sengaja mengatakan bahwa kematian 3.000 warga negara Amerika adalah sebuah hal yang amat baik bagi Israel. Pembunuhan massal tersebut amat bagus bagi sektor-sektor perekonomian Israel yang tengah tumbuh.

Ahmadinejad telah berbulan-bulan menghadapi protes di dalam negerinya setelah ia terpilih kembali sebagai presiden pada 12 Juni tahun lalu. Pihak oposisi menuduh telah terjadi kecurangan besar untuk mempertahankan dia pada kekuasaan.

Sebelumnya, Hujjatul Islam Kazem Sediqi, khatib salat Jumat di Teheran, menyatakan penangkapan pemimpin gerilyawan Jundullah, Abdolamalek Rigi, merupakan anugerah dari Tuhan.

Penangkapan Rigi membuktikan bahwa usaha negara-negara tertentu untuk merusak Iran mengalami kegagalan, kata Sediqi kepada jamaah di Teheran, Jumat.

Menurut dia, negara-negara itu mesti mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.

Negara besar tertentu merekrut Rigi, dan badan intelejen mereka memberi dia dan kelompoknya dukungan taktis, militer dan intelijen guna melakukan kejahatan di Iran dan seluruh kawasan itu tapi pasukan keamanan Iran berhasil menangkapnya tanpa pertumpahan darah, tambahnya.

Dokumen yang menyatakan, perlindungan konstitusional dari presiden dan otoritas militer tinggi AS bagi pihak yang melakukan penangkapan yang tidak sesuai dengan hukum yang berlaku itu.

Depkeh AS sendiri menolak memberikan isi terperinci dari dokumen itu. Dokumen itu merupakan satu dari sembilan yang dirilis Senin (2/3/2009) oleh pemerintahan Barack Obama.

Catatan lain menyebutkan, dua pekan setelah tragedi 11/9, pemerintahan Teroris Bush memikirkan rencana penyadapan telepon warganya tanpa harus menunjukkan izin legal.

Pembuat catatan dokumen, John Yoo menolak berkomentar terkait isi dokumen kontroversial itu.

Yoo menulis, presiden dapat melakukan apa pun kepada tersangka teroris di AS, seperti militer asing yang mencoba menginvasi AS. Dia mengatakan, negara tidak memerlukan jaminan untuk melindungi bangunan dari aksi serangan teroris yang akan meledakkan bom.

Yoo juga menyatakan, pemerintah juga berhak membatasi pemberitaan media dan ceramah-ceramah, tanpa harus menyebut alasannya.

CIA berusaha menghilangkan jejak keterlibatannya dalam kasus-kasus penyiksaan saat melakukan interogasi terhadap para tersangka terorisme, dengan cara melenyapkan rekaman video interogasi tersebut agar tidak muncul di pengadilan.

Menurut Jaksa Lev Dassin, CIA telah menghancurkan 92 rekaman video yang kontroversial dan meminta CIA untuk mengindentifikasi kembali rekaman-rekaman video yang telah dihancurkannya itu untuk keperluan barang bukti dalam pengadilan kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi selama masa pemerintahan George W. Bush Pembohong   Besar.

Dassin menulis surat tertanggal 2 Maret 2009 pada Hakim Alvin Hellerstein di New York agar memberikan waktu sampai hari Jumat bagi CIA untuk menyiapkan kembali rekaman-rekaman video yang sudah dilenyapkan. Selama ini, badan intelejen luar negeri AS itu mengakui hanya menghancurkan beberapa rekaman video saja dan tidak termasuk 92 rekaman video tersebut.

Laporan The New York Times menyebutkan, rekaman video yang dilenyapkan oleh CIA adalah rekaman interogasi terhadap Abu Zubaydah yang dituduh sebagai salah seorang anggota al-Qaidah dan rekaman interogasi Abdul Rahim al-Nashiri yang diyakini AS terlibat dalam aksi serangan bom ke kapal induk USS Cole di perairan Yaman.

Keberadaan rekaman-rekaman video itu sendiri dibeberkan oleh Kepala CIA Michael Hayden pada Desember 2007. Tapi ia mengatakan bahwa rekaman-rekaman yang dibuat tahun 2002 tersebut sudah tidak bisa dilihat lagi karena sudah dihancurkan pada tahun 2005 untuk melindungi agen-agen CIA yang terlibat dalam operasi tersebut.

Kuasa hukum pemerintahan Bush membantah kalau puluhan rekaman video yang dilenyapkan itu berisi rekaman interogasi yang diwarnai penyiksaan terhadap para tersangka yang disekap di kamp penjara AS di Guantanamo.

Tapi surat Dassin hari Senin kemarin, memberi batas waktu bagi CIA sampai hari Jumat lusa untuk membawa semua dokumen-dokumen itu ke pengadilan dalam kasus gugatan hukum yang diajukan oleh American Civil Liberties Union (ACLU) terhadap CIA, yang sudah berlangsung sejak Desember tahun 2007.

“Surat itu menjadi bukti tambahan untuk membawa CIA ke pengadilan . Banyaknya rekaman video yang dihancurkan memperkuat dugaan bahwa CIA melakukan upaya sistematis untuk menghilangkan bukti atas interogasi-interogasi yang dilakukan secara ilegal dan untuk menghindar dari jerat hukum,” kata Amrit Singh dari ACLU.

Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengungkapkan keprihatinannya atas berita tersebut. “Penghancuran rekaman video ini bukan berita baik. Ini menyedihkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintahan Barack Obama menginginkan orang-orang yang bekerja di CIA menggunakan cara-cara yang tetap membuat AS aman dan sesuai dengan nilai-nilai masyarakat AS.

Pada saat rekaman-rekaman video kontroversial itu dibuat, ketua CIA dijabat oleh George Tenet. Dan pada saat rekaman video itu dihancurkan, CIA dipimpin oleh Porter Goss. Pemerintahan Obama menunjuk Leon Panetta sebagai direktur CIA yang baru dengan harapan bisa memulihkan wibawa CIA yang tercoren sejak insiden serangan

15 March 2009

Mossad Terlibat Dalam Serangan 11 September 2001

Sebuah artikel yang dimuat di mingguan American Free Press mengungkap keterlibatan agen intelijen Israel, Mossad dalam peristiwa serangan 11 September 2001 di AS. Yang mengejutkan, ketelibatan Mossad dalam serangan Black September itu lewat sepupu salah satu tersangka pelaku serangan 11 September.

Artikel itu menyebutkan bahwa Ziad al-Jarrah, salah seorang tersangka pelaku serangan 11 September punya sepupu bernama Ali al-Jarrah yang sudah lama bekerja sebagai agen Mossad. Fakta ini membuktikan bahwa Mossad berperang dalam serangan terorisme tersebut. Sebelum mingguan American Free Press, sejumlah media massa AS sudah banyak yang mengungkap dugaan keterlibatan Israel dalam serangan teroris 11 September.

Surat kabar New York Times misalnya, sudah menurunkan laporan tentang Ali al-Jarrah yang berkebangsaan Libanon.

Menurut New York Times, al-Jarrah sudah bekerja sebagai mata-mata Israel selama lebih dari 20 tahun. Dan al-Jarrah sendiri kabarnya pernah mengakui bahwa ia pernah melakukan kegiatan mata-mata terhadap kelompok-kelompok pejuang di Palestina dan kelompok Hizbullah di Libanon, sejak tahun 1983.

New York Times juga menulis bahwa keluarga al-Jarrah dikenal dengan keterlibatan mereka dalam aksi-aksi kekerasan. Salah satunya adalah Ziad al-Jarrah yang oleh AS dituduh sebagai salah satu dari 19 orang yang membajak pesawat komersial AS dan melakukan serangan 11 September 2001.

Masih menurut New York Times, keterlibatan Israel dalam serangan teroris tersebut bisa dilacak kembali dari informasi tentang lima orang Israel yang ‘tertangkap basah’ menunjukkan kegembirannya dengan berjingkrak-jingkrak dan saling menepukkan telapak tangan ketika pesawat dengan nomor penerbangan 11 dan 175 menghujam gedung World Trade Center di New York. Karena kelakuanya itu, aparat keamanan dikabarkan menangkap kelima orang Israel tersebut, tapi mereka dibebaskan secara diam-diam setelah 71 hari di penjara. Kelima orang Israel itu diduga sebagai agen Mossad.

Sementara itu, mingguan Forward dalam laporannya mengutip pernyataan dua agen CIA yang mengungkapkan bahwa setidaknya dua orang Israel yang ditangkap itu kemudian diketahui sebagai tim mata-mata Mossad. “Tidak ada pertanyaan, tapi perintah untuk menutup penyelidikan atas kasus mereka datang dari Gedung Putih,” kata agen CIA itu pada mingguan Forward.

Disebutkan pula bahwa setelah ada perintah dari Gedung Putih untuk menutup kasus tersebut, markas besar CIA langsung membuat keputusan untuk menutupi kasus ini agar tidak bocor sehingga tidak ada alasan untuk mengait-kaitkan Israel dalam serangan 11 September yang menelan korban jiwa sebanyak 2.970 orang.

Dugaan bahwa Mossad terlibat dalam serangan 11 September 2001 di AS juga pernah dilontarkan oleh mantan perdana menteri Italia, Francesco Cossiga. Menurutnya, serangan teroris 11 September adalah hasil konspirasi antara CIA-Mossad.

“Semua agen intelejen di AS dan Eropa … tahu pasti bahwa serangan mematikan itu dirancang oleh CIA dan Mossad. Kedua lembaga intelejen itu juga membentuk opini sedemikian rupa sehingga negara-negara Arab yang menanggung tuduhan serangan teroris tersebut. CIA dan Mossad ingin mendorong kekuatan-kekuatan Barat untuk ikut serta dalam perangnya di Irak dan Afghanistan,” kata Cossiga.

Keterlibatan Israel dalam serangan keji itu makin santer setelah muncul informasi bahwa ketika serangan terjadi, seluruh orang Yahudi yang bekerja di gedung World Trade Center sudah diberitahu untuk tidak pergi kerja pada hari itu. Informasi ini diperkuat oleh laporan yang bocor ke publik, berisi laporan bahwa dua orang pegawai perusahaan Odigo-perusahaan telekomunikasi milik Israel-menerima sms peringatan akan adanya serangan beberapa jam sebelum tragedi serangan ke gedung World Trade Center. Perusahaan Odigo pula yang mengirimkan sms berisi himbauan agar orang-orang Yahudi tidak usah pergi kerja pada tanggal 11 September 2001dan lebih baik berdiam diri di rumah. Kantor Pusat Odigo sendiri, terletak hanya dua blok dari gedung World Trade Center.

tragedi wtc

rekayasa

konspirasi

kejahatan amerika israel

Misteri Tragedi WTC

Afghanistan dan Irak dirudal atas nama perang melawan terorisme. Sedangkan kita tahu, Pemerintah Taliban sampai detik-detik terakhir tembakan salvo mesin perang Amerika tetap bersikukuh tidak tahu-menahu soal Tragedi WTC. Rezim Saddam Hussain pun tidak memiliki senjata pemusnah massal seperti dituduhkan Washington.

Bahkan, Kepala Tim Inspeksi Senjata Nuklir Mayjen Keith Dayton yang dikirim oleh Pentagon dengan 1.400 pakar nuklir juga tak menemukan secuil molukel atom di Irak. Jadi, gempuran ke Kabul dan Baghdad menyisakan misteri tersendiri. Hal ini sama misterinya dengan Peristiwa 11 September 2001 itu sendiri.

Ada sejumlah pertanyaan yang sangat layak diajukan: benarkah Gedung WTC di New York hancur akibat hantaman pesawat?

Apakah mungkin gedung yang disangga baja itu meleleh hanya karena api? Mengapa jet-jet tempur AS tidak mengudara? Siapa sesungguhnya dalang di balik Tragedi 11 September? Apa kepentingan Washington dan Pentagon? Apa kaitannya dengan kepentingan energi di beberapa dekade mendatang. Bagaimana nasib dunia Islam? Mengapa Pakistan tidak memihak Taliban, tetapi AS?

Jika selama ini opini dunia seolah digiring oleh pemerintahan Bush untuk meyakini Tragedi WTC didalangi oleh Osama, maka ada sisi lain yang tentu pantas untuk disimak. Ini setidaknya pendapat banyak kalangan, mengapa misteri Tragedi 11 September perlu kembali diperbincangkan? Ada empat hal penting yang mendasarinya.

Pertama, Prof Dr Morgan Reymonds (guru besar pada Texas University, USA) menyatakan ”Belum ada bangunan…baja…ambruk hanya… oleh kobaran api”.

Kedua, Michael Meacher (mantan Menteri Lingkungan Inggris, 1997 – 2003) berpendapat ”…perang melawan terorisme… dijadikan…tabir kebohongan guna mencapai tujuan-tujuan strategis geopolitik AS”.

Ketiga,Prof Dr Steven E Jones (guru besar fisika pada Birgham Young University, USA) membeberkan hasil risetnya ”…bahan-bahan peledak telah diletakkan…di bangunan WTC”.

Profesor Steven E. Jones dari Brigham Young University, Utah, yang melakukan penelitian dari sudut teori fisika mengatakan bahwa kehancuran dahsyat seperti yang dialami Twin Tower serta gedung WTC 7 hanya mungkin terjadi karena bom-bom yang sudah dipasang pada bangunan-bangunan tersebut.

Teori fisika Jones tersebut tentunya sangat bertentangan dengan hasil penelitian FEMA, NIST dan 9-11 Commision bahwa penyebab utama keruntuhan gedung-gedung tersebut adalah api akibat terjangan pesawat dengan bahan bakar penuh.

Dalam kertas kerjanya berjudul “Why Indeed Did the WTC Buildings Collapse?” dan dipublikasikan harian Deseret Morning News yang terbit di Salt Lake City dalam situsnya awal November lalu, Ilmuwan dari Departerment of Physic and Astronomy, Brigham Young University itu menguraikan secara ilmiah penyebab sesungguhnya dari kehancuran tersebut.

Pihak Brigham Young University sendiri sebelumnya mengatakan bahwa isi dari kertas kerja tersebut sepenuhnya tanggung jawab penulis, bukan sebagai pandangan pihak universitas.

“Saya mengimbau dilakukan suatu investigasi secara serius atas hipotesa bahwa gedung WTC 7 dan Menara Kembar WTC runtuh bukan hanya oleh benturan (pesawat) dan kebakaran, tapi juga karena bahan peledak yang sudah ditempatkan sebelumnya,” kata Jones.

Detik-detik keruntuhan Menara Kembar WTC, dan juga gedung WTC 7 didekatnya, disaksikan jutaan pasang mata baik secara langsung maupun melalui siaran “live” televisi di seluruh dunia.

Empat tahun telah berlalu dan berbagai peristiwa penting pun terjadi terkait dengan tragedi “September hitam” tersebut, di antaranya berupa perubahan kebijakan politik luar negeri AS dan serangan terhadap Afghanistan.

Namun Osama Bin Laden yang diyakini sebagai dalang utama serangan 11 September dan aksi terorisme lainnya di dunia, hingga kini belum dapat ditangkap.

Jones sendiri dalam kertas kerjanya tidak menyorot soal politik dan aksi terorisme, tapi ia memfokuskan pada teori fisika atas keruntuhan gedung-gedung tersebut. Ia tidak mau berspekulasi mengenai bagaimana bom itu dipasang dan siapa yang melakukannya.

Bukan hanya api

Dalam paper yang juga dipublikasikan pada pertengahan November lalu oleh situs harian Deseret Morning News yang terbit di Salt Lake City, Jones satu persatu mencoba memberi keyakinan bahwa tidak mungkin hanya api yang memporakporandakan gedung berkonstruksi baja tersebut.

Menurut teori Prof Jones, simetrikal dan cepatnya keruntuhan gedung-gedung tersebut membuktikan bawa penjelasan resmi FEMA, NIST dan 9-11 Commission yang kini sudah menjadi pegangan publik pada umumnya adalah salah.

“Fakta sebenarnya, tampaknya ada bahan peledak yang sudah ditempatkan sebelumnya pada tiga gedung di Ground Zero itu,” ujar ilmuwan yang mengambil spesialisasi metal-catalysed fussion, archaeometeri dan solar enegy tersebut.

Sebelum dan sesudah peristiwa WTC belum pernah ada gedung berkerangka baja yang hancur total karena kebakaran. Namun bahan peledak dapat dengan efektif memotong tiang-tiang baja,” katanya.

Gedung WTC 7, yang tidak ditabrak pesawat, runtuh pada petang hari 11 September 2001 dalam 6,6 detik atau hanya 0,6 detik lebih lama dari perjalanan jatuhnya sebuah benda dari puncak gedung 47 lantai itu ke tanah.

“Dimana faktor kelambatan yang harus terjadi karena kekekalan gaya gerak, yang merupakan hukum dasar fisika?,” katanya.

Dengan demikian muncul hipotesa penghancuran lewat ledakan, termasuk pada bagian bawah dan tiang-tiang baja penyangga, sehingga jatuhnya mendekati kecepatan benda jatuh bebas.

Puing-puing bekas gedung itu , memperkuat dugaan kehancuran akibat ledakan karena sebagian besar materi gedung menjadi seperti bubuk. “Bagaimana kita bisa yakin pada kejanggalan ini selain kerena bahan peledak?,” katanya.

Lelehan logam yang ditemukan direruntuhan WTC bisa sebagai akibat suatu reaksi suhu tinggi dari bahan ledakan yang biasa digunakan seperti thermite. Gedung yang jatuh bukan oleh ledakan tidak cukup punya energi langsung untuk mengakibatkan lelehan metal dalam jumlah besar.

Argumentasi lainnya, untuk menguapkan struktur baja penyangga diperlukan api dengan temperatur mendekati 5.000 derajat Fahrenheit, sementara barang-barang kantor dan minyak disel yang terbakar tidak bisa mencapai suhu sepanas itu.

Api yang disebabkan oleh bahan bakar jet dari pesawat tersebut paling lama hanya beberapa menit, dan selanjutnya api dari materi kantor akan membakar kemana-mana dalam 20 menit. .

Pendapat Jones yang kontroversial ini juga menarik perhatian jaringan televisi MSNBC yang 16 November lalu mengundangnya untuk menjadi pembicara dalam suatu wawancara yang dipandu Tucker Carlson.

“Yang saya lakukan adalah menghadirkan bukti, ini suatu hipotesa yang harus diuji. Ada perbedaan besar dengan yang sudah disimpulkan, dan saya hanya ingin mengklarifikasi,” kata Jones dalam wawancara tersebut.

Wawancara dalam program “The Situation” MSNBC itu sendiri hanya berlangsung enam menit sehingga tidak banyak waktu untuk Jones menjelaskan lebih jauh mengenai teorinya.

Carlson mengaku bahwa ia banyak mendapat respon dari pemirsa mengenai acara tersebut, yang umumnya memuji atas keberaniannya menghadirkan Jones dalam program itu.

Ada juga pemirsa melalui e-mail yang memprotes karena sempitnya waktu yang disediakan untuk Jones menjelaskan soal konspirasi, katanya.

Meskipun memakai dasar-dasar ilmu alam, pandangan Jones memang merupakan hal yang sangat sensitif, karena bisa berpengaruh pada hal-hal lainnya di balik tragedi yang menewaskan ribuan jiwa tersebut.

Menurut Deseret Morning News, Jones juga akan mempublikasikan teorinya itu dalam bentuk buku berjudul “The Hidden History of 9/11″

Terakhir, Osama bin Laden (tersangka dalang Tragedi 11 September) menegaskan ”Saya telah katakan… saya tidak terlibat dalam… 11 September”.

Karenanya, menjadi penting upaya untuk menyingkap misteri Tragedi WTC meskipun telah lama berlalu. Dari keempat hal penting di atas, dapat disimpulkan perang melawan terorisme yang diprakarsai pemerintahan Bush perlu dikaji ulang, termasuk berupaya mengungkap pelaku peledakan Menara Kembar WTC yang sesungguhnya.

Kita bisa menjadikan komentar Andreas von Buelow dijadikan acuan.Di harian Tagesspiegel,Berlin,mantan Menristek Jerman ini semacam menyadarkan kita semua dengan ungkapannya: Carilah Kebenaran.

Wallahu’alam bisshawab.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: